Header Ads

6 Negara yang Menggratiskan Biaya Berobat untuk Warganya

Halo Serupedians 

Saat ini biaya kesehatan sudah sangat mahal. Walau pemerintah membuat program Kartu Indonesia Sehat, namun tetap saja bagi rakyat miskin hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh banyak. Sebab biaya kesehatan tidak bisa dirasakan gratis. Nah ! kali ini serupedia mencoba mengulas negara mana saja yang menggratiskan biaya kesehatan untuk warganya. Ini dia !


1. Maldova

Salah satu negara di Eropa Timur ini memulai asuransi wajib pada tahun 2004, dengan tujuan memberi layanan kesehatan dasar bagi seluruh warganya. Warga Maldova yang punya pekerjaan menyumbang sebagian dari penghasilannya melalui potongan gaji, sedangkan yang tidak bekerja akan diasuransikan oleh pemerintah. Perusahaan asuransi kesehatan nasional di negara ini menjadi pembeli tunggal atas berbagai layanan kesehatan, serta menjadi penyelenggara layanan gawat darurat, layanan kesehatan primer dan sekunder.

2. Kuwait

Menurut WHO, layanan kesehatan di Kuwait bisa disejajarkan dengan rata-rata negara di Eropa. Negara ini mulai membangun sistem layanan kesehatan dengan kekayaan yang didapatnya dari minyak. Tahun 1950, pemerintah menerapkan layanan kesehatan yang gratis dan komprehensif. HAsilnya, tingkat kematian bayi baru lahir maupun pada populasi umum makin menurun. Saat ini, Kuwait menghadapi masalah dengan makin banyaknya warga lanjut usia. Selain itu, berbagai komplikasi terkait epidemi diabetes, sakit jantung menempati permintaan tertinggi di pusat-pusat layanan kesehatan.

3. China

Perombakan sistem pelayanan kesehatan dilakukan China tahun 2009, untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar yang aman dan terjangkau oleh semua warga. Tantangan yang tidak mudah bagi negara berpenduduk 1,3 miliar seperti China, namun terbukti negara ini mampu menaikkan usia harapan hidup dan menurunkan angka kematian bayi baru lahir.

4. Kuba

Sistem pelayanan kesehatan di Kuba sangat dihormati di seluruh dunia dan dijadikan percontohan bagi negara dunia ketiga atau negara berkembang. Salah satu unggulannya adalah program dokter keluarga, yang ada di setiap kota kecil dan memberikan layanan gratis bagi keluarga-keluarga yang ada di sana. Saat ini Kuba sanggup mendistribusikan 1 dokter untuk tiap 200 warga, jauh lebih ideal dibandingkan Amerika Serikat yang hanya 1 dokter untuk 400 warga. Kematian bayi paling rendah di Amarika Latin, begitu juga usia harapan hidupnya yang paling tinggi di wilayah tersebut.

5. Brazil

Dalam sistem pelayanan kesehatan nasionalnya, Brazil menggratiskan perawatan kesehatan dasar sedangkan rumah sakit pemerintah maupun swasta yang ditunjuk akan menyediakan pelayanan dokter spesialis. Sekitar 80 persen penduduk Brazil menggunakan fasilitas milik pemerintah, sementara 20 persen yang paling kaya menggunakan layanan milik swasta.

Sejak 1990, Brazil juga memberikan universal acess terhadap obat-obat HIV-AIDS. Sejak sistem baru dalam pelayanan kesehatan ditetapkan tahun 1998, Brazil sudah berhasil menurunkan angka kelahiran bayi baru lahir. Menurut jurnal The Lancet, angka harapan hidup juga meningkat 10,6 tahun.

6. Thailand

Hukum di Thailand mengharuskan pemerintah mengasuransikan seluruh warganya, tidak peduli sanggup membayar atau tidak. Komitmen ini dipakai oleh WHO sebagai contoh bahwa negara dengan penghasilan perkapita rendah atau sedang juga bisa mengasuransikan seluruh warganya. Sistem asuransinya diperkenalkan tahun 2002 dengan nama “Skema 30 Bath”. Dalam skema ini, 14 juta jiwa yang sebelumnya tidak dijamin asuransi, kini tidak perlu lagi membayar ongkos berobat. Obat reset, biaya perawatan, kemoterapi, operasi dan layanan gawat darurat digratiskan. Namun tantangan yang muncul kemudian adalah masa tunggu yang jadi makin lama karena jumlah pasien makin banyak. Selain itu, jumlah sarana kesehatan juga yang akan melayaninya masih terbatas.

Referensi : data WHO, wikipedia


No comments

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.