6 Cabang Olahraga Yang Tidak Ada Lagi Di Olimpiade

Olimpiade 2012 berlangsung mulai hari Jumat (27/7) hingga 12 Agustus
mendatang di London, Inggris. Pesta olahraga terbesar empat tahunan ini
resmi menjadi seri Olimpiade yang ke 30.
Olimpiade tahun ini melibatkan 204 negara dan mempertandingkan 26 cabang
olahraga dengan total 39 disiplin cabang. Namun, sejarah mencatat,
tidak mudah bagi sebuah cabang olahraga untuk bertahan dipertandingkan
di even sebesar Olimpiade.
Ada enam cabang yang diketahui sempat dihelat di Olimpiade terdahulu,
tapi akhirnya tidak lagi dipertandingkan karena berbagai alasan.
1. Renang indah solo
Cabang olahraga ini terakhir dipertandingkan pada Olimpiade Barcelona
1992. Secara teknis, olahraga ini menuntut sang atlet untuk
menyelaraskan diri antara gerakan indah di dalam kolam dengan musik yang
mengalun.
Mantan Presiden International Society of Olympic Historians Bill Mallon
mengejek olahraga ini seperti "berolahraga sambil mengapung." Meski
absen dari Olimpiade, cabang ini masih dipertandingkan di ajang lain.
2. Tug-of-War
Bahasa mudahnya, tarik tambang. Percaya atau tidak, kegiatan saling
tarik tali yang biasa hanya jadi permainan di Indonesia, merupakan
cabang olahraga. Tarik tambang ini dipertandingkan sejak Olimpiade 1900
hingga 1920. Namun, akhirnya diputuskan tidak lagi jadi cabang yang
dipertandingkan oleh Komite Olimpiade Internasional.
Argumennya, tiap olahraga harus punya asosiasi yang mewadahi secara
global. Di sinilah kekurangan Tug-of-War yang akhirnya berujung pada
penghapusannya dari Olimpiade.
3. Jeu de Paume
Sulit mencari padanan Bahasa Indonesia soal olahraga ini karena memang
berasal dari Prancis. Olahraga ini dikenal sebagai akar olahraga tenis,
namun lebih mirip bola raket.
Jeu de Paume dipertandingkan terakhir kali pada Olimpiade 1908.
Dikatakan Mallon, olahraga ini tidak lagi digelar karena sifat
olahraganya yang terlalu elit. Di seluruh dunia, hanya ada 20 lapangan
Jeu de Paume, hampir semuanya di Prancis.
4. Panjat tali
Olahraga ini dihelat pada Olimpiade 1896 hingga 1932, dengan tingkat
kepopuleran tertinggi dari penonton Amerika Serikat. Namun, karena
olahraga ini hanya populer di satu negara, maka ini jadi "senjata" untuk
mengandaskannya. "Penting bagi sebuah olahraga untuk dikenal di seluruh
dunia," kata Mallon.
5. Balon udara
Olimpiade 1900 di Paris, Prancis, berubah fungsi dari pesta olahraga
menjadi festival dunia. Akibatnya, banyak cabang olahraga yang harusnya
tidak dipertandingkan namun tampil demi kepuasan penonton. Salah satunya
balon udara. Pemenang cabang ini ditentukan atas jarak yang ditempuh,
lamanya waktu, dan ketepatan pendaratan sesuai koordinat yang
ditentukan.
6. Lomba menembak burung dara
Sama seperti balon udara, cabang ini jadi contoh "festival dunia" yang
dipertandingkan di Olimpiade 1900. Digelar hanya demi kepuasan penonton.
Tahun tersebut jadi pertama kali dan satu-satunya Olimpiade yang
membunuh hewan dengan sengaja. Peraturannya pun mudah, cukup tembak
burung dara sebanyak mungkin dalam waktu yang ditentukan.
Sumber
