5 Perbedaan Antara Juicing vs Blending

Tuntutan konsumsi buah dan sayuran menjadi suatu hal yang penting. Alasannya adalah buah dan sayuran dapat menjadi sumber vitamin dan obat dalam memerangi berbagai macam penyakit seperti stroke, jantung serta dapat menurunkan berat badan. 



Perkembangan teknologi yang semakin canggih memungkinkan seseorang dapat menyantap buah atau sayur dengan tidak hanya dipotong atau dimasak, tetapi juga menjadikannya lebih halus seperti jus atau smoothie. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan jus atau smoothie, yakni dengan cara juicing dan blending.


Juicing dan blending merupakan dua proses yang berbeda, khususnya dalam hal proses.  Namun apakah yang menjadi perbedaan keduanya? Mari kita simak kelima pembahasannya!


1. Juicing Lebih Cenderung Mempertahankan Kandungan Air daripada Blending

Dalam proses menghaluskan, juicing lebih cenderung mendapat kandungan air yang ada pada buah atau sayuran daripada blending. Lebih lanjut, juicing adalah cara agar dapat menghancurkan atau membuang serat atau ampas yang ada pada buah dan sayuran dan menyisakan airnya saja.
 
Ini berbeda dengan metode blending, dimana metode ini lebih cenderung mendapatkan semua yang ada di dalam buah atau sayuran, baik itu serat, pulp, dan bagian lain tanpa adanya bagian yang terbuang.

2. Blending Lebih Baik dalam Mendapatkan Serat yang Lebih Dibanding Juicing

Juicing lebih cenderung membuang serat yang ada di dalam buah dan sayuran. Bukan berarti jus atau smoothie dalam juicing tidak memiliki serat, hanya saja metode juicing masih menyisakan serat berupa serat larut.
 
Blending buah atau sayur menyisakan serat tidak larut dalam proses penghalusan buah atau sayur, yang keunggulannya dapat menghasilkan fitonutrien yang lebih tinggi dibanding metode juicing. Hasilnya jus atau smoothie yang dihasilkan menjadi kaya antioksidan dan kebutuhan vitamin dapat terpenuhi, khususnya Vitamin A.
 
3. Untuk Masalah Pencernaan, Juicing Lebih Dapat Diandalkan Ketimbang Blending

Karena juicing lebih cenderung membuang ampas dan serat yang ada di dalam bahan makanan, maka buah atau sayur yang diproses menjadi lebih halus dan cocok untuk para penderita gangguan pencernaan. Di samping itu, metode juicing ternyata membantu orang-orang yang sedang mengalami masa penyembuhan untuk mendapatkan nutrisi yang besar dalam memenuhi asupan sistem kekebalan tubuh.
 
Adapun blending belum cukup mampu untuk mengatasi masalah pencernaan yang diderita seseorang. Namun metode blending sangat direkomendasikan untuk program diet karena ampas buah dan sayuran yang tersisa membuat Anda kenyang lebih lama dan dapat digunakan sebagai makanan pengganti.

4. Dalam Proses Pembuatan, Blending Lebih Cepat Dibandingkan Juicing

Proses blending lebih cepat memproses jus atau smoothie menjadi lebih cepat. Ini dikarenakan blender memiliki mata pisau berkecepatan tinggi yang mampu menghaluskan buah dan sayuran menjadi lebih cepat. Meskipun demikian, buah atau sayuran dari hasil blending dapat mengurangi nutrisi di dalamnya, karena mengalami proses oksidasi di udara yang disebabkan oleh mata pisau yang berputar cepat dan menghasilkan panas.
 
Sedangkan juicing, proses pembuatannya cenderung lebih lama dibandingkan blending. Ini dikarenakan juicer pada umumnya hanya memiliki teknologi pemeras (squeezing technology) dan ulir penghancur, namun untuk urusan rasa dan nutrisi, jus buah atau sayuran hasil dari proses juicing cenderung lebih terjaga dan lebih alami.

5. Juicing Lebih Cocok untuk Buah dengan Serat yang Kasar

Beda buah beda pula alat dan proses pembuatannya. Untuk melakukan juicing, buah atau sayuran yang dipilih harus berserat atau bertekstur keras dan kasar. Contohnya apel, wortel, seledri, brokoli, dan nanas.
 
Sedangkan untuk buah dengan serat yang halus, lebih cocok digunakan dalam proses blending. Beberapa buah dan sayuran dengan serat yang halus adalah melon, pepaya, tomat, sirsak, mentimun, dan semangka.
 
Pada dasarnya proses juicing dan blending memiliki hasil yang sama, yakni sama-sama menjaga khasiat yang ada di dalam sayur atau buah yang diproses. Namun perbedaan yang paling mencolok adalah juicing berfokus pada pemerasan buah dan sayuran hingga dapat memisahkan sari dan ampasnya. Sedangkan blending lebih cenderung menghancurkan dan menyatukan buah dan sayuran menjadi satu. Di samping itu juicing diproses dari alat juicer, sedangkan blending diproses dengan menggunakan blender.

Demikian mengenai pembahasan tentang perbedaan juicing dan blending, kira-kira manakah metode pembuatan jus atau smoothie favorit Anda? 

No comments:

Post a comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete