7 Kandungan dalam Soda yang Membuat Ginjal Cepat Rusak

Halo Serupedians

Mengkonsumsi minuman bersoda merupakan kebiasaan sebagian banyak masyarakat saat ini. Disamping rasanya yang enak dan menyegarkan, minuman bersoda juga benyak digemari karena dapat menghilangkan kepenatan. Apakah benar demikian?


Menurut beberapa penelitian ternyata kandungan dalam Soda yang terkandung dalam minuman bersoda dapat membuat kerusakan ginjal dengan cepat jika dikonsumsi secara berlebihan.

Apa penyebabnya? Berikut serupedia akan menulas 7 Kandungan dalam Soda yang Membuat Ginjal Cepat Rusak.

1. Sodium

Sodium merupakan sejenis garam yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal kronis. Sodium ini ternyata terdapat juga di dalam minuman soda.

Kelebihan kalsium dan sodium yang tidak digunakan oleh tubuhmu akan terkumpul dalam urinmu, meningkatkan muatan penyaringan ginjalmu. Banyak bukti menunjukkan bahwa orang yang rutin mengkonsumsi makanan asin akan lebih mungkin terkena batu ginjal dan secara umum memiliki fungsi ginjal yang lemah. 

Melonjaknya tekanan darah dan volume darah bisa lebih jauh mempercepat kerusakan pada ginjalmu dan dengan signifikan meningkatkkan potensimu terkena penyakit ginjal dan gagal ginjal.

2. Pemanis buatan

Sebuah peneliti menunjukan bahwa kandungan gula yang terdapat dalam pemanis buatan lebih tinggi dari pada gula asli, pemanis buatan juga dipicu dapat merusak fungsi ginjal. Oleh karena itu, jika kamu rutin mengonsumsi soda, kamu akan lebih beresiko mengalami penurunan fungsi ginjal.

Hal ini juga diungkap berdasarkan penelitian Julie Lin MD, MPH, FASN dan Gary Curhan, MD, ScD, FASN dari Brigham and Women's Hospital yang dilakukan pada 3 ribu wanita. Kesimpulannnya, konsumsi pemanis buatan yang terkandung dalam soda, misalnya, bisa menurunkan fungsi ginjal hingga 2 kali lipat.

3. Kafein 

Sebagian besar minuma soda mengandung kafein. Kafein sendiri merupakan zat yang dapat menyebabkan meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan resiko terkenanya penyakit ginjal.

Tekanan darah tinggi dan meningkat maka akan menyebabkan ginjal harus bekerja lebih keras karena ginjal merupakan organ yang berfungsi untuk menfilter darah didalam tubuh. Tekanan darah yang tinggi bisa memberikan tekanan tambahan pada ginjal. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus maka filter ginjal akan cepat rusak. Jika filter ginjal rusak maka ginjal tidak bisa menyaring darah dalam urin.

4. Sirup jagung

Kandungan minuman soda selanjutnya adalah sirup jagung. Sirup jagung memiliki kandungan fruktosa yang juga mengandung kalori yang sangat tinggi. Seperti yang kita ketahui, kalori dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan dan penyakit ginjal. Selain itu, rasa manis pada sirup jagung juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

Konsumsi fruktosa telah dikaitkan dengan perkembangan batu ginjal. Batu ginjal yang kecil, biasanya terbentuk ketika mineral dalam urin mulai bersatu. 

Sementara batu ginjal kecil dan dapat dilalui dari tubuh melalui urine, beberapa tumbuh cukup besar dan memblokir ureter, mengakibatkan rasa sakit yang hebat. Gejala yang terkait dapat mencakup nyeri buang air kecil, adanya darah dalam urin, mual, muntah dan demam.

5. Asam fosfat

Asam fosfat juga terkadung di dalam minuman soda. Asam fosfat ini sendiri dapat menyebabkan batu ginjal pada saluran kemih.

Sebagaimana kita ketahui bahwa asam fosfat digunakan untuk menghilangk karat atau korosi  besi. Asam fosfat digunakan didalam minuman bersoda untuk rasa tambahan. Zat asam fosfat bila digunakan secara berlebih maka akan merusak ginjal serta melemahkan tulang.

6. Bisphenol A

Bisphenol A (BPA) adalah zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan jantung dan ginjal di dalam tubuh. Studi baru menyatakan bahwa makanan kaleng yang sering dikonsumsi oleh anak-anak dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan jantung dan ginjal anak. Hal tersebut telah dibuktikan dari hasil tes laboratorium urin anak-anak, sebagaimana dilansir EmaxHealth.

Zat senyawa ini juga salah satu bahan yang terdapat pada minuman bersoda. Zat ini jg cukup membahayakan tubuh di karenakan Bisphenol A ini biasanya banyak di temukan dibahan plastik. Biasanya plastik yang aman akan memiliki keterangan BPA Free.

7. Asam sitrat

Asam sitrat seringkali digunakan dalam berbagai jenis minuman untuk menambahkan rasa. Jika asam sitrat ini di gunakan secara berlebihan maka akan membuat gigi menjadi rusak.

Asam Sitrat pada minuman ringan yang mempunyai konsentrasi yang tinggi dan pH awal minuman yang rendah akan berdifusi ke dalam email gigi melalui kisi-kisi kristal. Kisi-kisi prisma pada tubuh email ini, yang mengandung air dan matriks organik atau protein.

Jika pH mulut mencapai dibawah titik kritis yaitu 5,5 maka akan terjadi hilangnya ion dari gigi ke lingkungan dalam mulut yang disebut demineralisasi. Penunian yang berulang-ulang pada pH dalam waktu yang berdekatan akan mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi yang rawan sehingga merupakan tahap awal terjadinya karies atau korosi pada gigi.

Meskipun asam sitrat aman digunakan dalam makanan, namun berhati-hatilah dengan kadarnya di dalam setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi.



No comments:

Post a comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete