7 Musisi Indie Underrated Dengan Potensi Mengagumkan Di Indonesia

Halo Serupedian!

Bila kita membahas bagaimana musik bisa menjalar dari sebuah keinginan untuk berekspresi, maka tidak akan ada habisnya bila kita membahas para musisi yang selalu berkarya dengan ataupun tanpa dukungan dari sekitar. Bukan berarti musisi tersebut tidak sesuai dengan perkembangan zaman, melainkan menaruh idealisme mereka menjadi nomor yang utama.


Setiap musisi memiliki warna tersendiri yang mereka suguhkan kepada dunia musik di Indonesia. Genre bukanlah sebuah kotak yang mengekang musisi tersebut melainkan menjadi sebuah pelebur keberagaman yang membuat keunikan tersendiri bagi musisi tersebut dan bagi dunia musik itu sendiri.

Dengan alasan apapun, berkarya melalui musik tidak akan ada habisnya. Berkarya dengan sedikit idealisme menjadikan mereka berpotensi untuk menjadi besar dengan jalannya sendiri. Berikut Serupedia bahas 7 Musisi Indie Underrated Dengan Potensi Mengagumkan Di Indonesia.

1. Silampukau


Silampukau merupakan band indie bergenre folk yang berasal dari Surabaya yang pertama kali terbentuk pada tahun 2009. Mengalunkan musik sendu dengan lirik-lirik kritis. Penampilan duo Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening menjadi khas karena hampir semua lagu bergenre folk yang mereka bawakan itu bercerita mengenai kota asalnya, Surabaya. Mulai dari permasalahan sosial, suasana kota, hingga sisi kelam dari kota Surabaya. 

Silampukau membawakan lagu mereka dengan jujur dan tanpa citra bahwa Surabaya adalah kota yang manis. Mereka berusaha menggambarkan wujud Surabaya secara apa adanya. Seperti contoh lagu "Sang Pelanggan" yang menggambarkan lokalisasi Dolly, ataupun "Malam Jatuh di Surabaya" yang menggambarkan kemacetan Jalan Ahmad Yani.

Nuansa folk yang kental dan intim, serta alunan gitar yang merdu menjadikan Silampukau memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya di Indonesia.

2. Jason Ranti


Jason Ranti adalah seorang musisi indie yang cukup unik. Dia berbeda dengan memilih tidak mengikuti arus dan bergerak sendiri sebagai musisi solois dengan lirik lagu yang menggelitik dan humoris, meskipun tidak terlepas dari pesan yang cuku sarkastik.

Cara penyampaian yang seolah sembarangan dengan lirik yang miring namun cerdas. Lirik yang dibawakan terkadang mengenai fenomena umum anak seni seperti pada lagu "Stephanie Anak Senie", ataupun berlirik sedikit politik dan sarkastik seperti pada lagu "Bahaya Komunis".

Pembawaannya yang santai namun penuh makna patut dilihat dengan segala keunikannya.

3. Stereowall


Stereowall adalah sebuah band indie yang didirikan pada tahun 2012. Terdiri dari lima orang berbakat yang terdiri dari Cynantia Pratita (vokal), Rama (gitar), Usay (gitar), Ramadhan (bass) dan Frans Oriico (drum).

Musik yang disajikan oleh Stereowall mungkin sangat terinspirasi dari band luar negeri seperti Paramore ataupun juga Sleeping With Sirens. Sentuhan melodic dan chord yang tegas ditambah dengan lengkingan suara vokalis yang juga terkadang lembut membuat band indie yang satu ini cocok sebagai penyegar dikala hiruk pikuk folk di dunia musik saat ini.

Stereowall mengeluarkan playlist perdananya secara digital pada bulan Oktober 2016. Dengan judul Never Ending Drama, playlist ini terdiri dari beberapa judul lagu seperti "Alive", "Waiting", "Heaven (Cinta dari Surga)", "Fall For You", dan "Never Ending Drama". Bagi para penggemar lagu punk melodic sangat disarankan untuk mendengarkan band indie yang satu ini.

4. Stars And Rabbit


Stars And Rabbit, grup duo musisi indie asal Jogja yang terbentuk awal tahun 2011. Kolaborasi antara Elda (vocal) dan Adi (gitar) diawali dari hobi bermusik mereka yang saling bahu membahu membantu satu sama lain dalam setiap pembuatan lagu dan pertunjukkan musik. Alunan musik dari Adi Widodo, ditambah dengan karakter vokal Elda Suryani yang kuat dan unik, membuat single Stars and Rabbit mendapatkan respon positif dari penikmat musik.

Sejauh ini, Stars And Rabbit sudah mengeluarkan tiga buah album yang masing-masing berjudul "Live at Societet Militair", "Constellation", dan yang terakhir "Live at Deus". Dua dari tiga album tersebut merupakan rilisan dari konser live mereka. Dan album "Constellation" mereka rilis pada tahun 2015.

5. Adhitia Sofyan


Musisi indie solo ini dikenal publik sejak lagunya menjadi soundtrack sebuah film berjudul Kambing Jantan yang disutradarai oleh Raditya Dika, yaitu "Adelaide Sky". Selain itu, lagu dari Adhitia Sofyan yang berjudul "Stalker" pun menjadi pengiring film seri dari sutradara yang sama berjudul Malam Minggu Miko.

Adhitia Sofyan yang awalnya bekerja sebagai Creative Director disebuah kantor pemasaran langsung merebut perhatian banyak orang dengan lagu-lagunya yang sederhana namun menyentuh. Musik yang Adhitia tawarkan bisa dengan mudah ditangkap oleh telinga para pendengarnya.

Konsep akustik yang ia bawakan dan lirik-liriknya yang cerdas pun layak untuk disimak. Suaranya yang khas menjadikan namanya meroket dengan sangat cepat. Bukan hanya di Indonesia saja namun juga hingga ke mancanegara.

6. Vira Talisa Dharmawan


Vira Talisa Dharmawan menyajikan musik Retro Pop dengan sangat rapi. Bermodalkan suara yang merdu dan berparas cantik serta mengusai instrumen musik dan bahkan kreatif menciptakan lagu menjadikan Vira cepat mendapatkan tempat dihati pendengar musik. 

Genre akustik yang dipilihnya pun terdengar klop sama suaranya. Sempat menjadi musisi yang mengcover lagu musisi lain, akhirnya Vira mengupload lagunya sendiri di kanal Youtube nya.

7. Cotswolds


Cotswolds adalah sebuah band indie yang bergenre anti-mainstream. Cotswolds sendiri bergenre indie-dream pop a la Beach Fossils dengan suara overdrive dan reverb yang sangat kental dalam musiknya. Genre semacam ini belum banyak dimainkan musisi lain di Indonesia.

Lagu Cotswolds berjudul "Fire" yang dibawakan sangat baik di "Easily Amused" cukup membuat para pendengar memperhitungkan band yang satu ini.

Itulah 7 Musisi Indie Underrated Dengan Potensi Mengagumkan Di Indonesia versi Serupedia. Bila ada band indie lain yang tidak masuk kedalam list kami diatas, boleh anda tuliskan di bagian komentar dibawah. Maju terus musisi indie di Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete