5 Program Kecerdasan Buatan Masa Depan yang Menakjubkan

Halo Serupedians

Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia teknologi saat ini, membuat para pakar, ilmuwan dan beberapa perusahaan raksasa dunia mengembangkan sistem yang menggunakan Kecerdasan Buatan atau yang lebih dikenal Artificial Intelligence (AI).



Kecerdasan Buatan merupakan sistem berpikir manusia yang diterapkan pada sebuah mesin atau software. Sebagaimana Kita ketahui bahwa mesin atau komputer tidak bisa berbikir, menganalisis, mengenali pola, bermimpi dll seperti layaknya manusia.

Hal tersebut berangsur-angsur segera terwujud menjadi kenyataan dan berhasil diterapkan dalam sebuah sistem kecerdasan buatan yang handal dan mirip dengan manusia seutuhnya. Berikut serupedia akan mengulas 5 Program Kecerdasan Buatan Masa Depan yang Menakjubkan.

1. Kecerdasan Buatan pada Robotik yang mencengangkan

Kecerdasan buatan pada bidang robotik memang banyak dikembangkan oleh para pakar. Mengingat robot memiliki desain.

Baru-baru ini , Microsoft merilis sebuah Robot kecerdasan buatan yang disebut Emotion API project , sebuah cloud-base engine yang bisa mendeteksi emosi seseorang dari ekspresi wajahnya .

Emosi yang dideteksi oleh robot ini antara lain : anger (kemarahan), contempt (rasa bencian), disgust (rasa jijik), fear (rasa takut), happiness (kegembiraan), sadness (kesedihan), dan surprise (keterkejutan).

Selain Microsoft yang mampu mengembangkan robot cerdas, Google juga berhasil menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan yang diberi nama Deep Dream system.

Cara kerjanya sebenarnya ialah mengambil gambar dari internet lalu merubah gambar tersebut menjadi gambar yang aneh layaknya gambar dalam mimpi dalam tidur manusia.

2. Google Ciptakan Kecerdasan Buatan yang Bisa Memprediksi  Masa Depan

Google memang tak ada matinya. Inovasi demi inovasi terus mereka lakukan dalam dunia teknologi dan tidak sedikit yang membuat Kita menohok. Dan salah satunya adalah program pengembangan kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal Artificial Intellegence (AI).

Baru-baru ini, anak perusahaan teknologi raksasa tersebut, Deep Mind, baru saja mengumumkan bahwa mereka telah mulai membangun kecerdasan buatan yang bisa memprediksikan masa depan.

Seperti yang dilansir dari Kompas.comKemampuan tersebut bukan menerawang bak paranormal, melainkan menimbang beberapa keputusan dan membuat rencana untuk masa depan tanpa instruksi dari manusia.

Dilansir dari situs resmi Deep Mind, salah seorang peneliti mengilustrasikannya demikian: “Ketika meletakkan gelas di pingir meja, misalnya, kita akan berhenti sebentar untuk menilai seberapa stabil gelas dan akankah ia jatuh. Dengan basis konsekuensi yang diimajinasikan ini, kita mungkin akan menata ulang gelas tersebut agar tidak jatuh dan pecah.”

Dia melanjutkan, jika alogaritme kita dapat mengembangkan perilaku yang sama canggihnya, maka mereka juga akan memiliki kemampuan untuk berimajinasi dan memikirkan masa depan. Setelah itu, mereka pasti bisa menciptakan sebuah rencana berdasarkan pengetahuan ini.

Untuk menciptakan kecerdasan buatan dengan kemampuan tersebut, para peneliti DeepMind menggabungkan beberapa pendekatan sekaligus. Dua di antaranya adalah reinforcement learning yang berarti belajar melalui percobaan dan deep learning yang meniru cara otak manusia menyimpan informasi raksasa dalam bentuk jaringan.

3. Program Kecerdasan Buatan NASA untuk luar angkasa

Nampaknya NASA mulai serius mengembangkan Robot cerdas untuk misi ruang angkasa yang akan mereka garap. Robot ini layaknya manusia yang bisa mengendalikan perjalanan di luar angkasa sendiri.

Robot ini dirancang untuk memilih orbitnya sendiri, mengambil gambar sendiri, dan mengirimkan satelit ke permukaan planet yang jauh tanpa bantuan manusia.

Steve Chien dari NASA Jet Propulsion Laboratory mengatakan NASA mempertimbangkan keamanan robot dengan sangat serius seperti yang dikutip space.com. Astronot stasiun luar angkasa terkadang bekerja sama dengan Robonaut 2, mesin sederhana yang bisa membalik sakelar dan melakukan tugas berat lainnya.

Ia menjelaskan, di masa depan astronot NASA bisa bekerja dengan robot yang lebih cerdas di Mars, dengan situs pemanduan robot dan mengatakan kepada manusia lokasi yang paling menarik untuk disurvei.

NASA sangat menentang risiko (terkait awak kapal dalam misinya),” kata Chien, yang merupakan pengawas kelompok teknis kelompok AI di JPL.

"Ini adalah misi dengan profil tinggi, dan dengan program awak kapal, ada lebih banyak obsesi keamanan daripada dengan robot - seperti seharusnya," imbuhnya.

Baca Juga : 5 Aplikasi Kecerdasan Buatan pada Sistem Android

Rover Mars 2020 diperkirakan akan berlangsung tiga tahun lagi. Beberapa instrumen pada rover akan memiliki kemampuan pencitraan otonom, kata Chien, dan penargetannya akan jauh lebih cerdas.

4. DeepFaceLIFT : Program kecerdasan buatan pada dunia kedokteran

Kecerdasan buatan tidak hanya untuk misi antariksa dan proyek yang dikembangkan google saja. Hal yang mengagumkan selanjutnya adalah penerapannya pada dunia medis atau kedokteran.

Baru-baru ini ini, para peneliti mengembangkan sistem Kecerdasan Buatan dengan tujuan untuk membantu dokter dalam mengobati pasien. Kecerdasan buatan ini yang disebut dengan “"DeepFaceLIFT”  yang memiliki kemampuan untuk menilai seberapa besar rasa sakit yang dirasakan pasien dengan obyektif.

Fengjiao Peng dari Media Lab di MIT beserta tim mengembangkan alogaritma untuk DeepFaceLIFT dengan memberikan video orang-orang yang mengalami nyeri, misalnya rasa nyeri bahu.

DeepFaceLIFT pun belajar perbedaan halus ekspresi wajah untuk memperkirakan rasa nyeri, antara lain melalui gerakan di sekitar hidung dan mulut.

Hasil pengembangan tersebut telah dipublikasikan di Journal of Machine Learning Research, Agustus 2017.

Hasil identifikasi DeepFaceLIFT sejauh ini belum memuaskan. Untuk identifikasi rasa sakit, analisa dari dokter sungguhan masih tetap diperlukan.

5. Kecerdasan Buatan pada dunia seni

Kecerdasan buatan identik dengan dunia teknologi yang telah disebutkan diatas. Namun siapa sangka, kecerdasan buatan dapat diterapkan dalam dunia seni. Ini sangat menarik.

Baru-baru ini, mesin pecari Baidu asal negeri Tiongkok, telah membangun AI untuk berbagai jenis tugas, memiliki pemikiran lain. Apa yang bisa ditawarkan AI untuk dunia seni? Dalam pameran yang baru saja digelar di Pusat Seni Kontemporer Beijing, perusahaan ini memamerkan jawaban awal untuk pertanyaan itu: sebuah AI yang menganalisis lukisan dan kemudian menyusun musik asli terinspirasi oleh karya tersebut.

Menurut Baidu, AI menyelesaikan ini dengan menganalisa isi dari suatu gambar terlebih dahulu, melakukan hal-hal seperti mengidentifikasi objek (adalah bahwa kucing atau manusia?), dan menganalisa mood dari elemen gambar (merah untuk gairah, kuning untuk kehangatan). 

Setelah memiliki ide tentang nuansa emosional gambar berdasarkan semua atribut itu, lalu dibuatlah komposisi musik. AI memiliki akses ke gudang skor musik yang dipecah menjadi berbagai unit musik dalam banyak rasa. AI kemudian menyusun sepotong musik menggunakan unit musik yang berhubungan dengan elemen-elemen visual yang diidentifikasi dalam gambar.

Baca Juga : 10 Aplikasi Android Untuk Edit Foto Terbaik 2017

ni mungkin tidak serupa dengan bagaimana Beethoven mengomposisi karya musik, namun hasilnya tampak cukup mengesankan. Jelas, apakah musik benar-benar cocok dengan gambar itu sepenuhnya subjektif.  Namun kelihatannya kebanyakan orang akan setuju bahwa Baidu telah mampu mewujudkan kecocokan itu.

No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete