5 Hacker Cilik dengan Temuannya yang Luar Biasa


Halo Serupedians

Istilah Hacker memang selalu mengundang konotasi yang buruk. Menurut pengertian umum, Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya.


Diantara banyak hacker, ada diantaranya yang masih berusia dini namun mereka telah membuat temuan yang luar biasa. Berikut serupedia akan mengulas  5 Hacker Cilik dengan Temuannya yang Luar Biasa versi serupedia.

1. Steven Gonzales Jr


Kisah hacker cilik bernama Steven Gonzales Jr memang sangat memilukan. Seperti yang dilansir liputan6.com,  Memasuki usianya yang ke-12 pada tahun 2005, ia didiagnosa mengidap kanker darah Myelogenous Leukemia akut. Dokter yang menangani penyakitnya mengatakan bahwa kesempatan hidup Gonzales tidak kurang dari 2%.

Namun karena semangatnya yang besar, Gonzales berhasil melewati 100 hari masa kritisnya. Di sela-sela kesehariannya menjalani kemoterapi dan transplantasi darah, ia menciptakan aplikasi game yang diberi nama Play Against Cancer. Demikian seperti dikutip dari NBC Latino.

Game itu menceritakan seorang tokoh superhero yang berperang melawan sel kanker - diilustrasikan sebagai monster berwarna hijau. Kini memasuki usianya yang ke-19, ia beberapa kali menjadi pembicara pada sebuah konferensi `Technology, Entertainment, and Design (TED)` tentang kekuatan penyembuhan dari video game.

Tak hanya itu, programer asal Texas, Amerikas Serikat ini juga berhasil menciptakan sebuah jejaring sosial untuk pasien penderita kanker bernama The survivor Games yang dibuat khusus untuk anak-anak berusai 6 hingga 12 tahun ke atas.


2. Lim Ding Wen


Hacker cilik kedua yang cukup menyita perhatian publik adalah bocah berusia 11 tahun dengan nama Lim Ding Wen. Pada tahun 2009, programer asal Malaysia ini menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids

Pada awalnya, Wen menciptakan aplikasi ini hanya untuk menyenangkan hati adiknya saja. Namun tanpa disangka, aplikasi tersebut justru menarik perhatian perusahaan sekaliber Apple. Aplikasi Doodle Kids pun akhirnya lolos uji dan resmi melenggang di toko aplikasi iTunes dan Apple App Store.

Bocah yang kabarnya telah mempelajari bahasa pemrograman sejak usia 7 tahun ini mengaku memahami berbagai bahasa pemrograman seperti Applesoft BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Wen sendiri kini tinggal di Singapura dan masih aktif mengembangkan beberapa aplikasi lain. Kurang dari 2 pekan, sudah lebih dari 4.000 kali diunduh. 

3. Santiago Gonzales


Yang satu ini tak perlu diragukan lagi keahliannya dalam mengembangkan aplikasi. Santiago Gonzales yang berusia 14 tahun ini telah berhasil menciptakan kurang lebih 15 aplikasi bagi perangkat berbasis iOS. Menariknya, ke-15 aplikasi tersebut berasal dari kategori yang berbeda-beda, mulai dari game hingga edukasi.

Salah satu aplikasi besutannya yang paling populer dan banyak diunduh adalah Super Slide Puzzle. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menyusun sejumlah foto dari smartphone mereka dan membentuk sebuah puzzle.

Juga ada aplikasi edukasi Space Solar System yang dapat menampilkan gambar visual dari planet-planet di luar angkasa, lengkap dengan berbagai informasi. Dan yang terakhir adalah hacker cilik bernama Zach Marks. Kiprahnya berawal ketika ia dilarang oleh orangtuanya untuk membuat akun Facebook.

Pasalnya saat itu Zach masih berusia 11 tahun, sedangkan Facebook membuat peraturan pembuat akun minimal berusia 13 tahun. Ia pun akhirnya terinspirasi untuk membuat sebuah jejaring sosial untuk anak-anak. Pada Desember 2012, USA Today melaporkan bahwa media sosial besutannya, Grom Social, berhasil memperoleh sekitar 2000 pengunjung dan 6000 halaman yang diakses setiap harinya.

4. Zora Ball


Pasti tak ada yang menyangka kemampuan yang dimiliki bocah cantik dan imut satu ini. Di tahun 2012 kemarin, Zora Ball diakui sebagai pencipta aplikasi termuda yang pernah ada.

Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, dia telah berpartisipasi dalam sebuah acara komunitas pengembang aplikasi yang diselenggarakan oleh University of Pennsylvania yaitu FATE Bootsrap Expo. Acara ini sebenarnya hanya boleh diikuti oleh peserta berumur minimal 12 tahun. Namun berkat kepintarannya, Zora pun diijinkan untuk turut serta.

Ia menciptakan sebuah aplikasi game yang edukatif bernama Ball. Aplikasi ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan matematis anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun.

Menurut Tribune Philadelphia, programmer kelas pertama akan mampu mengkonfigurasi ulang aplikasi yang telah dibuatnya dan Zora berhasil sehingga membuktikan bahwa ia melakukan semua pekerjaan itu sendiri.


5. Zach Marks


Ketika Zach Marks masih berusia 11 tahun, meminta didaftarkan Facebook dengan menggunakan umur orangtuanya. Karena Facebook memiliki batasan usia minimal 13 tahun. Setelah orangtuanya memarahinya, ia pun memutuskan untuk menciptakan jejaring sosial sendiri yang aman bagi anak seusianya disebut Grom Social.

Pada Desember 2012, USA Today melaporkan, situs Marks tersebut dilihat oleh 2000 pengunjung dengan sekitar 6000 halaman tampilan setiap harinya. Ini cukup mengesankan, mengingat Groom Social awalnya hanya dikenal dari mulut ke mulut saja.

Groom Social memiliki fitur yang berbeda, seperti “Gaming”, “Entertainment”, dan “Health & Fitness” serta memiliki forum yang berisikan anti terhadap kekerasan, penyalah gunaan obat-obatan, dan rokok.

No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete