5 Fakta Tentang Leicester City yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Halo Serupedians

Jika kamu suka bola, maka saat ini jagad sepak bola sedang dihebohkan dengan pencapaian sebuah tim kecil dari inggris yang berhasil menjadi Juara Liga Inggris tahun 2015/2016. Ini seperti cerita dongeng dalam dunia khayal. Tapi ini jelas-jelas nyata. Setelah Chelsea menahan imbang Tottenham 1-1, maka selisih point antara Leicester dan Tottenham berbeda 7 point sedang laga menyisakan 2 pertandingan lagi. Hasil ini jelas tidak akan mungkin tekejar lagi dan Leicester berhak menyandang sebagai Juara Liga Priemer Inggris.


Berikut serupedia akan mengulas Fakta Tentang Leicester City yang Jarang Diketahui Banyak Orang. Oke! check this out.

1. Awalnya adalah Klub Komunitas Gereja

Leicester Fosse Football Club sudah dibentuk sejak 1884 oleh sekelompok anggota grup berisi angggota komunitas jemaat gereja Emanuel Church di New Parks Street. Setelah cukup sukses, reputasi Fosse mengundang perhatian kelas pekerja di Leicestershire, mengalahkan ketenaran klub kriket dan rugbi lokal.

Memasuki abad ke-20 Leicester City mulai kesulitan mendapat pemasukan dan mengelola dana yang ada. Klub sempat bangkrut dan berganti nama menjadi Leicester City yang kita kenal sekarang.

2. Penyerang andalannya, Jimie Vardy, adalah mantan Buruh Pabrik

Untuk tim-tim besar, penyerang utama biasanya hasil transfer mahal dan pemain jadi. Ada juga yang hasil didikan akademi setelah beberapa musim menghuni bangku cadangan.

Untuk Leicester City, penyerang tersubur cukup mantan buruh pabrik. Keluarga Vardy bukan orang kaya atau cukup berada. Ayahnya operator mesin bangunan (crane). Memasuki usia remaja, Vardy harus bekerja di pabrik pembuat kaki dan tangan palsu.

3. Kedatangan Ranieri Disambut Dingin di Awal Musim

Reputasi mantan manajer Chelsea ini sebelum ke Leicester memang tidak diperhitungkan. Bahkan Gary Lineker, salah satu legenda Leicester, mempertanyakan "Claudio Ranieri? Really?".

Ia lalu menambahkan, "Claudio Ranieri jelas seorang pelatih berpengalaman, namun ini adalah pilihan tidak inspiratif." Lineker lalu mengusulkan pemanggilan kembali Nigel Pearson. Banyak orang di lingkaran Leicester sepakat dengan Lineker.

Ranieri belum pernah menyentuh Premier League sejak 2004, setelah dipecat Chelsea. Jurnalis bahkan menjulukinya "Clownio" (badut) atau disebut "The Tinkerman" karena suka mengganti-ganti susunan pemain inti.

4.  Lambang Rubah Berasal dari Tradisi Masa Lalu

Klub dari Leicestershire County ini dulunya bernama Leicester Fosse. Setelah sempat mengalami kebangkrutan, mereka bangkit dan nama klub diganti menjadi Leicester City (1919).

Leicestershire dikenal sebagai tempat lahirnya tradisi berburu rubah. Banyak rubah liar berkeliaran di sana dan karena itulah logo klub memakai lambang rubah (Filbert Foxes).

5. Gawang Leicester Pernah Dijaga Dua Kiper Legendaris

Dua kiper legendaris terbesar milik Inggris yang pernah tampil lebih dari 350 kali sepanjang karier mereka, Gordon Banks (1959–1967) dan Peter Shilton (1966–1974), pernah membela Leicester City.

Gordon Banks adalah kiper Inggris di Piala Dunia 1966 di mana timnya menjadi juara. Peter Shilton adalah kiper Inggris di Piala Dunia 1990 dan kali itu The Three Lions peringkat empat besar.


Referensi :
[1]. http://id.wikipedia.com
[2]. http://bbc.co.uk

No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete