Beberapa Tempat yang Mengancam Kehancuran Bumi


Halo Serupedians

Tidak semua tempat di bumi bisa dikatakan aman terkendali. Dari sekian banyak tempat yang ada di muka bumi, terdapat beberapa tempat yang sangat membahayakan dan dapat mengancam keberlangsungan bumi dan makhluk hidup yang mendiaminya.


Berikut serupedia, akan mengulas tentang Beberapa Tempat yang Mengancam Kehancuran Bumi.

1. Yellowstone Caldera, Wyoming, Amerika Serikat

Yellowstone adalah sebuah gunung api dan bukan cuma gunung api biasa. Taman nasional tertua dan paling terkenal di Amerika Serikat itu tepat berada di puncak salah satu gunung api terbesar di Bumi. Ukuran utama kaldera sekitar 34 dari 45 mil (55 km dari 72).[3] Kaldera yang terbentuk selama terakhir dari tiga supererupsi selama 2,1 juta tahun terakhir. Gunung api Yellowstone masih ada. Sampai taraf tertentu yang belum pasti, gunung api itu masih sangat aktif.

Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Yellowstone Kaldera merupakan gunung api aktif yang berada di Amerika Serikat. Gunung api ini memang terlihat tidak mungkin untuk menjadi salah satu ancaman kiamat, namun perlu kamu ketahui bahwa erupsi yang diledakan oleh gunung api ini 10.000 kali lebih besar dari letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia. Bahka erupsinya ditakutkan akan menghilangkan setengan Amerika Serikat. Yang lebih menakutkan lagi, gunung berapi ini diperkirakan akan meletus tahun depan.

2. Fukushima Nuclear Power Station

Di Jepang, terdapat sebuah pembangkit tenaga nuklir yang berada tepatnya di Fukushima ini sempat menghebohkan dunia, saat terjadinya gempa bumi dan mengakibatkan terjadinya tsunami sehingga merusak pembangkit tenaga nuklir ini. Kemudian rusaknya pembangkit tenaga nuklir ini sangat berdampak luas pada lingkungan dan air di daerah Fukushima, bahkan dunia.

Tingkat radiasi di kompleks PLTN Fukushima Daiichi masih sangat tinggi.  Tokyo Electric Power Co. (Tepco), pengelola PLTN tak bisa masuk untuk mengambil sisa batang bahan bakar, sumber utama radiasi.

Meski banyak yang dilakukan, baru sekitar 10 persen proses pembersihan reaktor dilakukan.  Perlu 30-40 tahun hingga seluruh proses selesai.  Sampai batang bahan bakar berhasil diamankan, sulit menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses tersebut.


3. Korea Utara dengan Nuklirnya

Selain di Jepang, Korea Utara ternyata juga termasuk negara yang masih mengembangkan nuklir. Hal ini membuat banyak negara menjadi waspada dengan aktivitas pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara.

Pengembangan nuklir ini ternyata sempat memanaskan kondisi di Semenanjung Korea. Hal ini disebabkan karena Korea Utara ingin melakukan tes nuklir bawah tanah, yang akan diluncurkan ke laut Jepang, sehingga hubungan Jepang dan Korea Utara menjadi memanas.

April 2012 Korea Utara mengubah konstitusinya. Sejak itu, negara tersebut menyebut diri secara resmi sebagai "bangsa bersenjata nuklir". Tapi apa yang menggerakkan sebuah negara miskin untuk menginvestasikan sebagian besar pemasukannya yang tak seberapa, dalam pengembangan roket dan senjata nuklir?

Mungkin hanya kebetulan, tetapi kebetulan yang penting, uji coba nuklir itu terjadi bertepatan dengan ulang tahun ke dua awal perlawanan terhadap diktator Libya, Muammar Gaddafi. Cara pandang Pyongyang atas peristiwa di Afrika Utara begini: awalnya Gaddafi menghentikan pengembangan senjata pemusnah masal, kemudian ia digulingkan. Bagi penguasa Korea Utara sudah jelas, mereka perlu bom sebagai penjamin terkuat kekuasaannya. Itu juga berfungsi sebagai penggertak terhadap AS, Korea Selatan dan Jepang.




No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete