5 Ilmuwan Superior yang Memiliki Watak Buruk

Halo Serupedians

Orang jenius juga manusia, dan sebagai manusia biasa tentu mereka memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Namun ketika seseorang dianggap jenius, orang hanya akan melihat kelebihannya, jarang yang memperhatikan kekurangannya. Berikut daftar 5 tokoh jenius yang ternyata brengsek di kesehariannya :

1. Isaac Newton


Siapa saja yang pernah mempelajari Fisika tentu kenal dengan sosok yang satu ini, karena dia adalah penemu teori gravitasi. Benarkah demikian? Tidak sepenuhnya benar. Sebelum Newton mempublikasikan Principa, dimana dia menyebutkan tentang hukum gravitasi, seseorang bernama Robert Hooke lebih dulu mengumumkan tentang keberadaan teori gravitasi. Hanya masalahnya, Robert Hooke tidak sejenius Newton dalam matematika. Sehingga meskipun dia mampu memformulasikan dan menemukan hipotesis tentang teori gravitasi namun dia tidak mampu mengkalkulasi rumusnya.

Karena nama Newton pada saat itu jauh lebih terkenal dari Robert Hooke, dia menggunakan pengaruhnya untuk menekan kalangan ilmuwan untuk tidak memberi pengakuan atas temuan Robert Hooke. Dan entah mengapa, setelah itu Newton menjadi sangat membenci Hooke. Bahkan dalam sebuah surat terbuka, Newton menyebut Hook sebagai seorang idiot.


2. Aristoteles



Nama Aristoteles terkenal sebagai salah satu filsuf dunia yang hingga kini karya-karyanya masih menjadi inspirasi dan dipelajari jutaan orang. Hampir dalam semua karya Aristoteles mengajarkan tentang konsep kebaikan dan menganjurkan agar manusia selalu melakukan kebaikan kepada sesama.

Namun siapa sangka di dalam kesehariannya, ternyata Aristoteles adalah seorang sexism atau seorang yang menganggap jenis kelamin tertentu lebih superior dari yang lain. Aristoteles bahkan menyatakan bahwa wanita adalah makhluk yang tidak lengkap, sehingga harus selalu tunduk dan patuh kepada pria.

3. Thomas Edison



Thomas Edison atau biasa disebut Thomas Alva Edison adalah salah seorang pebisnis dan inventor ulung pada jamannya. Beberapa barang hasil temuannya antara lain phonograph, kamera film, dan bohlam, disamping 1.093 temuan lain yang hak patennya dia pegang. 

Dikenal sebagai pionir dalam prinsip industri massal, ternyata Edison berwatak kejam dalam kesehariannya. Edison suka menggunakan anak anjing sebagai kelinci percobaan. Ketika bersaing dengan Nikola Tesla dalam apa yang disebut perang arus listrik (Edison menganggap arus DC temuannya lebih baik dari arus AC temuan Tesla dan sebaliknya), Edison menyetrum anak-anak anjing itu sampai mati hanya demi membuktikan bahwa arus AC lebih berbahaya.

4. Nikola Tesla



Nikola Tesla adalah seorang insinyur teknik elektro dan teknik mesin yang dikenal sebagai penemu arus listrik AC (alternating current), induksi motor, medan magnet berputar, serta Tesla coil. Nikola Tesla juga pernah magang kepada Thomas Edison sebelum akhirnya mereka berseteru tentang arus AC/DC.

Lain dengan Edison yang gemar membunuh binatang, Tesla dikenal sebagai seorang Eugenics (orang yang beranggapan bahwa dunia seharusnya hanya diisi oleh orang-orang yang pintar, sehingga hanya orang superior yang boleh bereproduksi) atau dengan kata lain, orang yang bodoh atau cacat tidak berhak untuk mempunyai keturunan, karena akan merusak gen manusia secara keseluruhan. Ironisnya, hingga akhir hayatnya Tesla tidak pernah beristri dan mempunyai keturunan. Nah, kalau orang sejenius dia saja dianggap tidak layak, lantas siapa yang layak?

5. Albert Einstein



Dinobatkan sebagai “Man of the Century” oleh majalah Time, Albert Einstein adalah ilmuwan paling terkenal sepanjang jaman. Selain terkenal dengan teori relativitas, Einstein adalah dalang dibalik pembuatan bom atom. Namun siapa sangka, dibalik nama besarnya sebagai seorang ilmuwan, ternyata Einstein adalah seorang mata keranjang.

Tercatat hanya beristri dua kali, dimana salah seorang diantaranya adalah sepupunya sendiri, Einstein dikenal tukang selingkuh dan mempunyai simpanan dimana-mana, termasuk konon diantaranya adalah anak tirinya sendiri. Terkait kebiasaan buruknya itu, Einstein cuma mengatakan, “Jangan salahkan saya, kami masih sama-sama muda dan si wanita juga mau.”

No comments:

Post a Comment

Komen yang mengandung Spam akan kami detete