Hayabusa, Pesawat Penjelajah Luar Angkasa yang Memecahkan Rekor Dunia

Hayabusa adalah sebuah misi angkasa tak berawak yang dipimpin oleh Japan Aerospace Exploration Agency untuk mengambil contoh bahan dari sebuah asteroid dekat Bumi kecil bernama 25143 Itokawa (berukuran 0,3 x 0,7 km) dan mengambalikan sampel tersebut ke Bumi untuk dianalisis.


Kapal angkasa Hayabusa, dulunya dikenal sebagai MUSES-C, diluncurkan pada 9 Mei 2003. Setelah sampai di Itokawa, Hayabusa dan pendarat-mini yang dapat dilepasnya Minerva akan mempelajari bentuk asteroid, putaran, topografi, warna, komposisi, kepadatan, dan sejarah. 

Pesawat penjelajah ruang angkasa ini telah resmi disertifikasi oleh Guinness World Records sebagai wahana pertama di dunia yang kembali ke bumi dengan membawa material yang dikumpulkan dari asteroid.

Pesawat ruang angkasa utama, bersama dengan sampel penyimpanan kapsul nya, kembali ke Bumi pada tahun 2010 setelah menyelesaikan perjalanan tujuh tahun sejauh 6 miliar km.

Pesawat ini seharusnya tiba kembali di Bumi pada 2007, namun terjadi masalah teknis yang membuatnya kembali mengambang di angkasa selama tiga tahun lagi.

Guinness World Records mengakui Hayabusa sebagai "pesawat luar angkasa pertama yang berhasil take-off dari sebuah asteroid." 

Namun perjalanan pesawat Hayabusa tidak berhenti sampai disini. Pada 30 November 2014 silam, pesawat ini meninggalkan Bumi, meluncur ke luar angkasa untuk mendekati asteroid. Hayabusa 2 akan menunggangi roket buatan Mitsubishi menuju asteroid.

Ketimbang menghancurkan asteroid, badan antariksa Jepang akan mendekati asteroid dan meneliti kandungan yang ada pada batu luar angkasa tersebut. Hayabusa 2 akan mengobservasi asteroid untuk tujuan ilmiah.

Dilansir Engadget, tidak seperti Hayabusa pertama yang mengeksplorasi kandungan silikat dan besi nikel pada asteroid, asteroid yang bakal disasar ini terbuat dari tanah liat dan batu. Material asteroid ini berisi bahan organik dan air.

Armada tanpa awak buatan Jepang ini akan menempuh perjalanan luar angkasa lebih dari tiga tahun hingga ditemukannya asteroid bernama "1993 JU3". Mereka mengestimasi penelitian pada objek luar angkasa tersebut pada Juni 2018.

Setelah bertemu dengan batu luar angkasa, kendaraan luar angkasa itu akan meluncurkan sebuah lander bernama MASCOT dan sebuah rover bernama MINERVA 2. Rover akan menilai medan dan menemukan lokasi terbaik di mana Hayabusa 2 dapat mengumpulkan sampel.

Setelah misi selesai, Hayabusa 2 direncakan kembali ke Bumi pada Desember 2019. Pesawat luar angkasa itu membawa sampel atau material asteroid untuk diteliti oleh ilmuwan di Bumi.

No comments:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.