7 Kota dengan Konsep Warna-Warni Paling Indah di Dunia

Halo Serupedians

Kota berkonsep warna-warna di dunia memang sangat jarang ditemuai. Namun di beberapa belahan bumi, ada kota-kota yang memiliki desain dan ornamen yang sangat indah dan menakjubkan.

Berikut serupedia akan mengulas tentang 7 Kota dengan Konsep Warna-Warni Paling Indah di Dunia yang dilansir dari mnn.com.

1. Willemstad - Karibia


Willemstad adalah ibu kota Curaçao, sebuah pulau di sebelah selatan Laut Karibia yang merupakan negara konstituen Kerajaan Belanda. Sebelumnya merupakan ibu kota Antillen Belanda sebelum pembubarannya pada tahun 2010. Penduduknya berjumlah sekitar 125.000 jiwa. Dengan arsitektur pusat kota yang unik dan pelabuhan yang indah, Willemstad ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Cerita mengapa kota ini dengan konsep warna yang colorful sangat unik. Di awal abad ke-19, awalnya kota ini bernuansa serba putih. Pada saat itu Gubernur kolonial Belanda, bernama Albert Kikkert, menderita migrain yang luamayan parah, dan sinar matahari yang memantul ke matnya membuat kondisinya semakin memburuk. Kemudian Dia memerintahkan setiap pemilik bangunan untuk melukis dinding mereka dengan warna lain. Hal ini lah yang melatar belakangi mengapa kota ini memiliki ornamen warna yang menakjubkan.

2. Jaipur - India


Jaipur adalah ibukota negara bagian Rajashtan, India. Penduduknya berjumlah 2.800.000 jiwa (2005). Kota ini dijuluki sebagi Kota Pink. Semua bangunan di dalam pusat kota bersejarah ini berwarna merah muda atau pink. 

Pilihan warna yang tidak biasa ini berasal dari abad ke-19 ketika seorang raja Rajasthani memerintahkan semua bangunan untuk dicat merah jambu menjelang kunjungan Pangeran Albert Inggris, Pangeran Wales, pada tahun 1876. Pilihan warna dimaksudkan untuk membangkitkan rasa keramahan dalam menyambut sang pangeran.

Daya tarik visual yang unik dari ini ditunjang dengan arsitekturnya yang menawan. Istana Kota, Benteng Amber dan Hawa Mahal adalah beberapa situs populer yang jadi favorit para wisatawan.

3. Bo-Kaap, Cape Town - Afrika Selatan


Bo-Kaap adalah sebuah kawasan berpanorama indah di Cape Town, Afrika Selatan. Dulu kawasan ini disebut sebagai Kawasan Melayu karena banyaknya orang Melayu yang menetap di sini. Bo-Kaap memegang peranan yang cukup penting dalam sejarah Cape Malay di Cape Town.

Kota ini dikenal dengan bangunannya yang dicat cerah dan jalan-jalan batu besar. Tidak ada yang memiliki jawaban pasti mengapa rumah-rumah di Bo-Kaap dilukis dengan warna yang sangat indah. Beberapa orang mengklaim bahwa warga disana hanya memilih warna-warna cerah karena warnanya paling murah.

Namun ada juga yang mengungkapkan bahwa warna-warni cat yang digunakan untuk menunjukkan kemerdekaan setelah berakhirnya politik apartheid. Satu hal yang menarik adalah setiap warga disana selalu mengkoordinasikan lukisan atau warna yang akan mereka gunakan, sehingga tidak ada rumah di blok tersebut yang bentrok dengan orang lain.

4. Cinque Terre - Italia


Cinque Terre adalah wilayah pesisir berbukit-bukit di Riviera Italia yang merupakan bagian dari wilayah Liguria. Wilayah ini terletak di sebelah barat kota La Spezia dan terdiri dari lima desa: Monterosso al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore. 

Wilayah pesisir Cinque Terre, lima desa di dalamnya, dan wilayah perbukitan di sekelilingnya merupakan bagian dari Taman Nasional Cinque Terre dan juga dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Lima desa ini saling terhubung oleh jalan, kereta dan kapal. Cinque Terre merupakan tujuan wisata yang populer.


Cinque Terre mengalami booming di bidang pariwisata mulai tahun 1970an. Tradisi bangunan berwarna cerah berawal dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. 

5. Guanajuato - Mexico


Salah satu kota eksotis di Mexico ini terletak di pegunungan Meksiko Tengah. Guanajuato dulunya merupakan pusat industri pertambangan perak. Para wisatawan dapat menelusuri masa lalu kota ini dengan mengunjungi banyak plaza dan gereja abad ke-16 yang tersebar di seluruh lereng bukit.

Bangunan yang dicat terang ditemukan di sekitar Guanajuato. Tidak seperti banyak kota di Meksiko, tempat ini bebas dari kemacetan. Jalan-jalan sempit menyilitkan bagi mobil untuk beroprasi.

Meski lokasinya enak, tidak banyak wisatawan di Guanajuato. Sebagian besar pengunjung tampaknya lebih menyukai San Miguel de Allende yang juga bersejarah (tapi kurang berwarna), sekitar satu jam perjalanan jauhnya.

6. Nuuk - Greenland


Kota Nuuk merupakan Pusat budaya dan politik di Greenland. Kota ini memiliki populasi lebih dari 17.000 dan menjadikannya salah satu ibu kota terkecil di dunia. 

Nuuk dikelilingi oleh pegunungan dan perairan yang berfungsi sebagai gerbang wisata alam Greenland dan kunjungan ke Northern Lights. Sebagian besar wisatawan memulai dan mengakhiri perjalanan Greenland mereka ke sini.

Untuk waktu yang lama, arsitektur kota ini Nuuk difokuskan pada fungsi, bukan daya tarik. Namun, karena wilayah tersebut memperoleh lebih banyak otonomi dari Denmark, kota ini kemudian lebih banyak perumahan tradisional. 

Cat berwarna cerah menjadi norma di beberapa bagian kota, dan perpaduan antara arsitektur asli dan kolonial, dengan unsur modern dan tradisional, dapat dilihat di bangunan umum di sekitar kota.

7. St. John's - Amerika Serikat


Kota St. John's didirikan pada tahun 1497 dan menjadikannya sebagai kota tertua di Amerika Utara. Di sebuah daerah di Kota ini yang bernama Newfoundland memiliki konsep dan desain yang luar biasa. 

Rumah-rumah disana di cat berwarna-warni seperti permen, menyajikan pemandangan seni dan musik yang semarak, restoran yang di desain kreatif dan energi anak muda yang enerjik. 

Kota ini juga merupakan tempat yang nyaman untuk menjelajahi Semenanjung Avalon yang indah dengan mobil, perahu atau berjalan kaki. Medan berbukit di kawasan ini memunculkan perbandingan dengan San Francisco, dengan bangunan pastel, baik perumahan maupun bangunan komersial, menambah getaran kreatif St. John's yang indah. 



No comments:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.