Apa Itu Mathematics Anxiety? Ini Dia Penjelasannya

Halo Serupedians

Matematika. Pelajaran yang Kita dapatkan dari sejak TK sampai duduk dibangku kuliah. Pelajaran ini sering menjadi momok yang menakutkan dikalangan pelajar karena tingkat kesulitannya diatas pelajaran lainnya. Maka tak sedikit pula yang tidak menyukai pelajaran ini. 


Jika menyenangi pelajaran ini, hal mengasyikan akan didapatkan. Namun jika tidak menyukainya, maka ada sebuah gejala yang aneh yang yakni Mathematics Anxiety atau yang lebih dikenal Phobia Matematika

Apa Itu Mathematics Anxiety?

Mathematics Anxiety adalah sebuah gangguan psikilogis yang memicu respon yang sama di otak sebagai rasa sakit fisik. Gejalanya saja melihat angka saja sudah terasa nyeri. 

Dalam penelitian di Amerika Serikat pada 2012, pemindaian otak terhadap anak-anak usia tujuh hingga sembilan tahun memperlihatkan, mereka yang merasa takut atau khawatir dengan matematika memiliki aktivitas otak yang lebih aktif di bagian amygdalae.

Ini adalah bagian otak yang biasanya bekerja ketika kita merasa terancam. Ketakutan ini juga berdampak terhadap bagian prefrontal cortex, yang kita fungsikan untuk memproses hal-hal yang abstrak.

Diperkirakan kekhawatiran terhadap matematika mengurangi memori jangka pendek, yang berarti anak-anak susah berkosentrasi dan sulit melakukan perhitungan.

Mungkin, kekhawatiran ini juga memblokir kemampuan anak untuk melakukan perhitungan matematika tersebut.

Dari mana Sumbernya?

Menurut Russel Deb (about.com) menyebutkan bahwa biasanya rasa takut ini berasal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dalam pelajaran matematika. Fobia matematika juga dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas pembelajaran matematika dan kurangnya latihan soal-soal matematika.

Phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan ke dalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis sejak kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia. Imajinasi yang berlebihan dapat juga menyebabkan phobia. 

Dalam dunia pendidikan phobia matematika dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Takut dalam hitungan
2. Susah menghafal
3. Takut maju di depan kelas
4. Takut dalam Ujian Nasional
5. Takut orang tuanya dipanggil


Hal ini dikuatkan oleh sebuah penelitian di Amerika Serikat, seperti yang dilansir bbc.com, sumber kekhawatiran akan matematika bisa berasal dari banyak hal, salah satunya adalah para guru.

Para pendidik yang takut dengan matematika cenderung mengirim ketakukan ini ke anak didik mereka. Ekspektasi budaya juga menjadi sebab, mungkin karena stereotip bahwa murid perempuan tidak terlalu pintar matematika.

Terlepas dari mana sumber kekhawatiran ini, begitu ia masuk ke dalam diri kita, maka ia akan makin membesar. Ia akan makin sering muncul ketika kita berhadapan dengan matematika.

Apa dampak yang bisa dirasakan?

Ternyata perasaan tidak suka yang para pelajar miliki terhadap pelajaran Matematika bisa menyebabkan tubuh sakit secara fisik. Menurut para peneliti, perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh mereka yang menderita phobia Matematika ternyata hampir mirip dengan rasa sakit secara fisik.

Menurut Medical Xpress, otak orang yang tidak menyukai Matematika ternyata menunjukkan respon yang hampir sama dengan respon otak saat seseorang meninju mereka di wajah. Atau mencubit lengan mereka atau menjambak rambut mereka. 

Para peneliti dari Universitas Chicago menggali lebih dalam terhadap mathophobia (phobia terhadap Matematika). Mereka menggunakan scan otak terhadap para penderita phobia ini dan menemukan bahwa hanya dengan memikirkan untuk menyelesaikan soal Matematika bisa menyebabkan rasa sakit fisik. 

Medical Xpress mengutip Ian Lyons, seorang psikolog lulusan Universitas Chicago dan seorang mahasiswa pasca sarjana di Western University di Ontario, Kanada: “Aktivasi otak tidak terjadi selama mereka mengerjakan soal Matematika, menandakan bahwa masalahnya bukanlah matematika itu sendiri, tapi perasaan tidak suka yang muncul sebelumnya yang menjadi penyebab rasa sakit.” 

Rasa takut terhadap Matematika memicu luka di posterior insula, yang terdapat bagian dalam otak, tepat di atas telinga. Bagian otak ini yang mengenali ancaman rasa sakit. Rasa gelisah secara umum sering menghalangi kinerja kita. Saat kita membicarakan soal Matematika, bila seseorang tidak mampu menyelesaikan soal-soal Matematika bukan berarti mereka bodoh. 

Hal ini bisa berarti bahwa mereka mungkin dilumpuhkan oleh rasa takut mereka. Beberapa penelitian lain dari Universitas Chicago menunjukkan bila Anda menulis mengenai ketakutan terhadap Matematika sebelum Anda mengerjakan soal-soal, Anda mungkin bisa mengerjakan soal dengan lebih baik. Bahkan menulis mungkin bisa menjadi penyembuh untuk banyak phobia.


No comments:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.