Header Ads

5 Planet Kepler yang Menjadi Kembaran Bumi

Halo Serupedians

Berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih, ilmuwan semakin mudah menemukan planet yang bisa dikatakan sebagai kembaran bumi. Planet ini disebut sebagai kembaran bumi. Dia lah Planet Kepler.

Nama Kepler diambil untuk menghormati jasa ilmuwan astronomi, Johannes Kepler. Dia juga, seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, adalah seorang astronom Jerman, matematikawan dan astrolog. Dia paling dikenal melalui hukum gerakan planetnya. Dia kadang dirujuk sebagai "astrofisikawan teoretikal pertama", meski Carl Sagan juga memanggilnya sebagai ahli astrologi ilmiah terakhir. 

Berikut serupedia akan mengulas 5 Planet Kepler yang Menjadi Kembaran Bumi. 


1. Kepler 22b


Seperti yang dilansir dari viva.co.id, Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menguak keberadaan planet yang bisa mendukung kehidupan (habitable). Namanya, Kepler-22b. Ditemukan oleh teleskop luar angkasa Kepler. 

Para ilmuwan terus mengkaji "kembaran Bumi" itu. Berdasarkan penelitian terbaru, Kepler-22b teridentifikasi besarnya dua kali ukuran bumi, dengan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius. 

Kepler-22b juga memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan. Nyaris sempurna, kecuali kekurangan yang ini: jaraknya terlampau jauh, 600 tahun cahaya dari Bumi. 

Kepler 22-b adalah yang kali pertama disebut sebagai "super-Earth" yang diketahui terletak di zona habitasi, dengan bintang mirip dengan Matahari kita. Dijuluki sebagai "Goldilocks Zone", lokasi di mana planet ini berada memiliki suhu yang cocok, yang memungkinkan eksistensi air di permukaannya. 

Ini berarti, planet tersebut bisa memiliki benua dan lautan -- seperti halnya Bumi. Sebab, di mana ada air, di situlah kehidupan berada. 

Ilmuwan yakin, Kepler-22b tak hanya sekedar bisa mendukung kehidupan, tapi juga mungkin, sudah ada kehidupan di sana. 

2. Kepler 452b


Dikenal sebagai Kepler 452b, planet ini diperkirakan lebih kokoh dari bumi yang kita tempati ini. Dengan lima kali massa Bumi, namun menerima hanya 10 persen lebih banyak panas dan cahaya dari pada Bumi dari Matahari-nya yang merupakan bintang tipe G. 

Kepler 452b berjarak 1.400 tahun cahaya dari Bumi. Orbitnya mengelilingi matahari setiap 385 hari dan ukurannya 1,6 kali diameter Bumi.

Pengukuran transit tidak memberi imformasi apapun soal massa, namun dinilai dari exoplanet yang serupa yang massa ya diketahui, tim Keppler memperkirakan beratnya lima kali massa Bumi, sehingga siapapun pengunjungnya akan merasakan dua kali gravitasi yang biasa kita rasakan di rumah.

Kepler-452b, mengorbit bintang yang berusia sekitar 6 miliar tahun, lebih tua dari segi usia jika dibandingkan dengan usia matahari yaitu 4,6 miliar tahun. Ini menakjubkan untuk mempertimbangkan bahwa planet ini telah menghabiskan 6 miliar tahun di zona habitasi bintang.

Itu waktu yang cukup dan kesempatan bagi kehidupan untuk muncul di suatu tempat di permukaan atau di lautan, dimana semua bahan dan semua kondisi kehidupan yang diperlukan ada di planet ini.

3. Kepler-186f


Pertengahan April 2014, sebuah pengumuman penting disampaikan para astronom. Ditemukan eksoplanet atau planet di luar tata surya seukuran Bumi yang berada di zona layak huni bintangnya! Namanya Kepler-186f.

Ia kali pertama diketahui keberadaannya oleh teleskop luar angkasa Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).  Kepler-186f  diketahui mengorbit bintang merah yang bersinar redup, yang jaraknya 490 tahun cahaya dari Bumi: Kepler-186.

Para ilmuwan menduga, Kepler-186f -- yang terluar dari 5 planet yang mengorbit bintang Kepler-186 dalam jarak 52,4 kilometer secara teoritis berada dalam zona habitasi bintang merah kerdil itu.

Sementara, orbit Bumi dari Matahari berjarak rata-rata 150 juta kilometer. Namun, Matahari lebih besar dan terang dari bintang Kepler-186. Itu mengapa zona layak huni Matahari lebih jauh.

Jari-jari Kepler-186f  diperkirakan sekitar 1,1 kali jari-jari Bumi. Itu berarti ukurannya sedikit lebih besar dari planet manusia. Mungkin berbatu seperti Bumi. Namun, para ilmuwan belum bisa memastikan, apa elemen yang membentuk atmosfer planet tersebut --  kunci yang dapat membantu menguak apakah planet ini bisa dihuni makhluk hidup.

Para astronom sejauh ini  telah mengkonfirmasi keberadaan hampir 1.000 planet di luar tata surya. Namun, sebagian besar eksoplanet terkonfirmasi sebagai planet gas raksasa seperti Jupiter tanpa permukaan padat, atmosfer beracun, dan terlalu panas atau terlalu dingin untuk zat cair dan apalagi kehidupan. Jadi Kepler-186f adalah temuan istimewa.

Ini (Kepler-186f ) planet definitif pertama seukuran Bumi yang ditemukan di zona layak huni di sekitar bintang lain,” kata Elisa Quintana dari SETI Institute di NASA Ames Research Centre di Moffett Field, California, dan penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Penting untuk mencari planet yang ukurannya serupa dengan Bumi. “Apa yang kita pelajari, dalam beberapa tahun terakhir, adalah ada transisi pasti yang terjadi sekitar 1,5 kali jari-jari bumi,” kata Quintana dalam sebuah pernyataan. “Jika sebuah planet memiliki jari-jari 1,5 sampai 2 kali jari-jari Bumi, ia menjadi cukup besar untuk mulai menumpuk hidrogen sangat tebal dan memiliki atmosfer helium -- sehingga menyerupai gumpalan gas raksasa.”

4. Kepler-62f dan 62e


Ditemukan di tahun 2013, kala itu Kepler-62f sedang mengorbit bintang yang ukurannya lebih kecil dan lebih dingin dari matahari. Sementara Kepler-62e saat itu tertangkap berada di sebelah kanan Kepler-62f.

Keduanya mengorbit setiap 267 hari sekali dan dipercaya permukaannya penuh bebatuan dan elemen air. Jarak keduanya dari Bumi cukup jauh, yaitu 1.200 tahun cahaya di dalam konstelasi Lyra. 

Ukuran Kepler-62f kasarnya 40 persen lebih besar dari Bumi, sedangkan Kepler-62e lebih besar 60 persen. Studi di Harvard mengindikasikan bahwa sebagian besar planet permukaannya akan tertutup oleh lautan yang kemungkinan sudah membeku.

Dalam hal ini Kepler 62 harus memenuhi beberapa syarat untuk menjadi planet layak huni, berikut beberapa syaratnya seperti yang dilansir dari kompasiana :
  • Massa adalah hal yang penting, jika massa planet terlalu besar maka akan menghasilkan gravitasi yang cukup kuat sehingga pembentukan kehidupan akan sulit. Jika massa planet terlalu kecil maka planet tidak memiliki gravitasi yang cukup untuk menahan air dan zat lainnya.
  • Jarak dari Bintang Induk, Planet harus berada pada zona habitasi, zona yang dapat menahan air tetap dalam keadaan cair. Jika terlalu dekat air akan menguap, jika terlalu jauh maka air akan membeku. Semakin panas bintang juga maka zona habitasi akan semakin jauh, begitu pula sebaliknya.
  • Unsur atmosfer, Atmosfer juga harus memiliki unsur yang mendukung kehidupan, misalnya oksigen, nitrogen metana dan lain-lain.
  • Jarak dari pusat galaksi, Jarak planet harus tepat. Kerena, jika terlalu dekat akan membahayakan kehidupan karena radiasi yang ditimbulkan. Selain itu di dekat galaksi juga terdapat bintang berwarna biru yang memiliki suhu dan radiasi yang sangat tinggi.
  • Planet harus padat, Planet itu haruslah planet batuan atau padat agar kehidupan yang ada dapat berpijak.

“Kedua planet ini adalah kandidat terkuat dari daftar planet yang dapat didiami”, kata Bill Borucki yang memimpin tim operasional dari teleskop Kepler di Badan Antariksa AS (NASA). Para peneliti menyebut planet Kepler-62e dan Kepler-62f sebagai “super Earth” karena dimensi mereka lebih besar. Yaitu Kepler-62e lebih besar 60% dari Bumi dan Kepler-62f lebih besar 40% dari Bumi.

5. Kepler-296e dan 296f


Kepler-296e ditemukan pada 2011 silam saat mengorbit bintang klasifikasi 'kerdil jingga' yang memiliki tingkat cahaya lebih rendah dari matahari. Jaraknya sekitar 669 tahun cahaya dari Bumi.

Sementara Februari 2014 kemarin Kepler-296f ditemukan sedang mengorbit sebuah bintang di 'zona layak huni'. Kepler-296f yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari Bumi ini diduga memiliki kandungan air di permukaannya.

Dirangkum dari berbagai sumber


No comments

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.