The Imitation Game : Kisah Alan Turing Si Jenius Pemecah Sandi Enigma

Biografi Alan Turing

Anda sudah nonton film The Imitation Game? Jika belum, Anda wajib menontonnya, karena film ini diangkat dari kisah nyata dari pencipta awal komputer yang belum banyak diketahui orang-orang. Film ini pun meraih penghargaan lima penghargaan Oscar tahun 2015.

Sosok yang menginspirasi pembuatan film ini. Dia adalah Alan Turing, yang namanya belum sepopuler Bill Gates, tapi dia adalah penemu yang berjasa sehingga kita bisa merasakan kecanggihan dari komputer seperti saat ini.

Alan Turing atau yang memiliki nama lengkap Alan Mathison Turing adalah seorang yang jenius, dia adalah seorang pandai matematika, logikawan, kriptanalist, dan ilmuwan komputer yang berasal dari Inggris. Turing dikenal luas sebagai bapak dari ilmu komputer dan kecerdasan buatan.

Namun jasa besarnya tak semulus perjalanan hidupnya dalam menemukan teknologi komputer pertama kali. Turing dahulu bekerja sebagai pemecah kode di Government Code and Chyper School (GCCS) di Bletchley Park, Inggris selama Perang Dunia II.

Selama bekerja, dia menajabat sebagai kepala dari Hut 8, yang bertanggungjawab atas cryptanalysis angkatan laut Jerman. Sehari-harinya, Ia merancang sejumlah teknik untuk memecahkan kode rahasia pasukan Jerman.

Pria kelahiran London, 23 Juni 1912 ini merupakan mahasiswa terbaik dalam matematika pada tahun 1935 di Universitas Cambridge, King’s College. Dia berhasil menciptakan karya yang terkenal dalam ilmu logika matematika yang bernama “On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem” (Turing 1936-7). Ia pun berhasil menciptakan mesin turing.

Seumur hidupnya, Turing selalu bergelut dengan matematika dimana biasanya orang-orang apalagi pada zaman sekarang sangat menghindari ilmu yang satu ini. Peranan pentingnya pada saat ia lulus dan bekerja di GCCS, dimana ia berhasil menguraikan enkripsi pesan melalui mesin Enigma Jerman. Dimana mesin ini menyediakan data intelijen penting bagi sekutu. Bombe pun diciptakannya bersama tim yang akhirnya berhasil menerjemahkan pesan Jerman saat masih dikuasai oleh Nazi.

Turing berjasa besar karena peperangan Inggris dengan Jerman yang berhasil dimenangkan oleh Inggris.. Pada tahun 1949, ia hijrah ke Manchester University, di situ ia memimpin sebagai kepala  laboratorium komputasi dan mengembangkan sebuah mesin yang membantu untuk membentuk dasar-dasar pada bidang kecerdasan buatan. Pada tahun 1951, Turing dipilih sebagai salah satu anggota dari Royal Society.

Namun karena kelainan seksual yang dijalaninya, Ia harus ditangkap dan diadili oleh pemerintahan Inggris. Saat itu, pemerintah menangkapnya karena perilaku homoseksual Turing. Saat itu gay dianggap sebagai sebuah resiko keamanan yang memicu pemerasan di Inggris. Ia menerima suntikan estrogen untuk menetralkan libidonya. Namun sayang akibatnya ia menderita impotensi dan gynecomastia.. Ia pun tidak bisa bekerja lagi di GCHQ, yang merupakan penerus dari Bletchey Park.

Tragis, orang yang berjasa ini akhirnya harus ditemukan bunuh diri setelah memakan apel yang mengandung racun. Turing meninggal pada 8 Juni 1954 setelah meninggalkan berbagai penemuan yang sangat berjasa seperti Halting Problem, Turing Machine, Cryptanaysis of the Enigma, dan Automatic Computing Engine ( ACE ).

Namun akhirnya Ratu Elizabeth II, memulihkan nama Turing setelah 60 tahun kematiannya. Ratu Inggris memaafkan kesalahan Turing karena penemuannya yang begitu berjasa.

Menarik !

The Imitation Game sedang tayang di berbagai bioskop seluruh Indonesia. Mengisahkan bagaimana seorang pria turut menentukan jalannya sebuah perang paling terkenal sepanjang sejarah, berbekal mesin canggih yang diciptakannya. 

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata Alan Turing, sosok lelaki jenius yang banyak disebut sebagai perintis mesin komputer modern. Berkat otak encernya, Inggris berhasil menjinakkan Jerman di Perang Dunia II.

The Imitation Game layak disaksikan atau bahkan sayang kalau dilewatkan. Ceritanya solid, penampilan aktornya memukau dan seperti diketahui, cerita yang disutradarai Norten Tyldum ini dinominasikan dalam 8 kategori di ajang penghargaan film paling bergengsi, Piala Oscar.

Alan Turing diperankan oleh Benedict Cumberbatch, aktor watak asal Inggris. Settingnya pada masa Perang Dunia II. Kala itu, Jerman berada di atas angin. Pasukan Nazi memang sangat kuat dan telah mengalahkan negara-negara besar di Eropa daratan.

Inggris pun boleh dibilang tinggal sendirian di Eropa menghadapi Jerman. Dan mereka kewalahan. Bukan hanya karena pasukan Jerman tangguh, tapi ada satu senjata lagi yang membuat mereka sangat sukar dikalahkan. Namanya adalah mesin Enigma.

Mesin Enigma ini membuat Inggris dan sekutunya pusing tujuh keliling. Soalnya pesan dari petinggi Jerman yang didistribusikan mesin ini punya sandi yang sangat sukar dibongkar. Jadi Inggris selalu terlambat mengetahui apa yang akan dilakukan militer Jerman. Korban pun terus berjatuhan karena serangan tak terduga dari Jerman.

Maka Inggris mengumpulkan beberapa ahli pemecah sandi paling top kala itu untuk menjinakkan Enigma. Salah satunya adalah Alan Turing. Turing dikenal sebagai pria yang sangat pintar dan menempuh pendidikan di Cambridge University Turing sangat yakin bisa menciptakan mesin untuk memecahkan sandi Enigma. Tapi banyak halangan menghadangnya. Pembawaanya yang penyendiri, sukar bersosialisasi sekaligus agak sombong membuatnya kurang bisa diterima oleh rekan setim.

Kisah Turing menciptakan mesin untuk menaklukkan Enigma diceritakan mengalir dan mengharu biru di film ini. Terutama karena sosoknya yang eksentrik serta kisah cintanya yang tak biasa, yang berhasil dibawakan dengan sempurna oleh Cumberbatch.

Ternyata Perang Dunia II tidak hanya ditentukan oleh para tentara yang bertempur habis-habisan di medan laga. Namun juga oleh sosok seperti Turing yang karena otaknya begitu cerdas, berkontribusi besar terhadap kekalahan Jerman di Perang Dunia II.

Turing sendiri di dunia nyata meninggal dunia pada umur relatif muda, 41 tahun. Sayang, jasanya yang besar tidak banyak diketahui karena terkait rahasia negara. Puluhan tahun setelah ia meninggal, akhirnya pemerintah Inggris membuka informasi mengenai kepahlawanan Turing dan menganugerahinya berbagai penghargaan tertinggi.

Di kalangan ilmuwan, Turing dianggap sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu komputer. Mesin Turing yang digagasnya, dianggap sebagai rintisan komputer modern. Ia pun disebut sebagai bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan.


Referensi : jadiberita.com dan detik

1 comment:

  1. Saya sudah melihat film ini.. ceritanya menarik walaupun banyak percakapannya tetapi endingnya pemeran utamanya malah mati bunuh diri.. hmmmm

    ReplyDelete

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.