Need-Know-How Solve, Cara Penyelesaian Masalah A'la Engineer

Halo Serupedians! 

Sebagai seorang engineer atau rekayasawan, ada tuntutan untuk selalu berfikir kreatif dan dengan tepat menyelesaikan masalah - masalah yang dihadapi. Seperti yang kita tahu, seorang rekayasawan dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan di bidangnya dengan tepat sasaran dan memperhatikan setiap aspek yang ada dari suatu masalah. 




Pastinya kita sebagai orang awam perlu berpikir keras, bagaimana cara untuk menyelesaikan sebuah masalah yang tidak bisa ditebak. Ternyata, para rekayasawan punya suatu teknik atau langkah jitu dalam menghadapi sebuah masalah yang disuguhkan kepada mereka, yaitu menggunakan Need-Know-How-Solve.

Need-Know-How-Solve adalah sebuah teknik penyelesaian masalah dengan cara menguraikan masalah menjadi empat bagian sehingga lebih memudahkan penyelesaiannya. Sesuai dengan namanya, ada 4 bagian penyelesaian masalah menggunakan teknik ini, yaitu :

1. Need

Pertama Anda harus memahami terlebih dahulu masalah yang akan dicari solusinya. U need to know the problem come from. Kemudian Anda  mengetahui apa yang menjadi kebutuhan setiap pihak yang bersangkutan.

2. Know

Kedua, Anda perlu tahu bagaimana sebuah masalah bekerja, Pengetahuan apa yang sudah Anda ketahui yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mencari solusi.

3. How

Ketiga, setelah Anda mengetahui akar dari sebuah masalahnya, Anda dituntut untuk mengetahui bagaimana penyelesaian masalah yang tepat sesuai dengan pengalaman Anda. Atau secara singkat, metode apa yang akan Anda gunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

4. Solve

Terakhir, ketika anda sudah mengetahu cara penyelesaian masalah yang tepat, anda tinggal mengerjakan/melakukan/menyelesaikan masalah berdasarkan metode yang anda temui.

Bila Anda masih bingung, berikut contoh kasus sebuah masalah menggunakan teknik diatas :


# Seorang investor agroindustri di Sumatera ingin membeli lahan perkebunan seluas mungkin dengan ukuran bujursangkar. Modal investasinya adalah 320 juta rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya adalah 1 Milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar batas lahan adalah 1 juta rupiah per 100 meter. Berapa besar ukuran lahan yang dapat dibeli?

Need : Ukuran lahan yang dapat dibeli

Know : Modal investasinya adalah 320.000 rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya adalah 1  Milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar batas lahan adalah 1 juta rupiah per 100 meter.

How : Mencari panjang sisi lahan paling efektif, dimisalkan x meter

Solve
  • Pagar untuk lahan bujur sangkar : 4 (sesuai sisi daro bujur sangkar) | Dimisalkan 4x (karena kita tidak tahu ukuran dari sisi bujur sangkar
  • 1 ha = 1000m2 | Luas bujur sangkar adalah x
Maka,
(4x meter) x (10.000 rupiah/meter) + (x square meter) x (100.000 rupiah/square meter) = 320.000
10x + 4x – 32 = 0
x = + 1,6 dan x = - 2,0

Tidak mungkin sisi dari bujur sangkar bernilai negatif, maka diambillah 1,6 m sebagai sisi dari bujur sangkar.

Kabel baja vertikal digunakan untuk menyangga bagian jalan dalam sebuah konstruksi jembatan gantung. Salah satu kabel vertikal yang panjangnya 4,00 m digunakan untuk menyangga beban 20,0 ton. Akibat beban tersebut, kabel baja bertambah panjang 20,0 cm. Jika beban yang sama disangga oleh kabel baja jenis yang sama dengan panjang 8,00 m. berapa besar pertambahan panjangnya?

Need : Perubahan (pertambahan) panjang ketika kabel vertical diganti panjangnya menjadi 8,00 m

Know : Salah satu kabel vertical yang  panjangnya 4,00 m  digunakan untuk menyangga beban 20,0 ton. Akibat beban tersebut,  kabel baja bertambah panjang 20,0 cm.

How : Melihat perbandingan panjang dari kedua kawat yang jenisnya sama

Solve: Membandingkan kedua kawat dan mencari perubahan panjang kawat yang panjangnya 8,00 m

  • Bandingkan X dan L kedua kabel | X = pertambahan panjang ; L = panjang kawat
X1/L1 = X2/L2
400cm/20cm=800cm/L2
L2=40cm

Kedua masalah diatas bila kita liat seperti hanya hitungan yang membingungkan. Padahal penyelesaian masalah menggunakan teknik ini bisa diterapkan pada kasus real seperti dibawah ini :

Berapa jumlah kios cukur rambut pria (barbershop) dikota Bandung? (dengan asumsi penduduk kota Bandung 2.5 juta jiwa)

Need : Jumlah kios cukur rambut pria di Kota Bandung

Know :
  • Jumlah penduduk Bandung adalah sekitar 2.5 juta jiwa. 
  • Kita asumsikan perbandingan pria dan wanita adalah 3 : 2
  • Satu pria mencukur rambutnya 10 kali per tahun (diasumsikan semua pria sama)
  • Satu kios cukur buka selama 25 hari / bulan, pada Januari hanya 15 / perbulan, pada Februari 24 hari / bulan (diasumsikan 1 bulan adalah 30 hari dan februari adalah 28 hari)
  •  Satu kios cukur memiliki 6 tukang cukur yang tiap tukan cukurnya melayani 12 cukur/hari 
How Jumlah penduduk laki-laki yang mencukur rambut di Kota Bandung harus sama dengan jumlah tukang cukur.

Solve :
  • Jumlah penduduk pria = 3/5 x 2.5 juta = 1.5 juta jiwa
  • Banyaknya pencukuran = 10/tahun x 1.5 juta jiwa = 15 juta kali/tahun
  • Tiap kios buka selama 25 hari/ bulan selama 10 bulan sehingga 250 hari
  • Bulan Januari buka selama 15 hari dan Februari selama 24 hari 
  • Total tiap kios buka selama satu tahun = 289 hari
  • Sehingga, 15 juta kali cukur/tahun x 1 tahun/289hari = 51.903 kali cukur/hari
  • 51.903 kali cukur/hari x 1 tukang cukur/ 12 cukur = 4325 tukang cukur
  • Tiap kios terdapat 6 tukang cukur, 4325 tukang cukur x 1 kios / 6 tukang cukur = 720 kios
Maka, dibutuhkan 720 kios cukur rambut di Kota Bandung berdasarkan data asumsi di atas.

Hanya dengan pakai metode ini, kita bisa memperkirakan berapa banyak kios cukur yang dibutuhkan untuk melayani 1.5 juta jiwa pria di Kota Bandung. Asumsi atau perkiraan memang dibutuhkan disini, tetapi justru bisa membantu kita dalam menyelesaikan masalah yang ada sehingga penyelesaian bisa lebih mudah.

1 comment:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.